About Me

gambar koala

Akuntansi Dasar - Jurnal Khusus Pengeluaran Kas

 


Jurnal Khusus Pengeluaran Kas

Durasi ±5 Menit | 30 Scene × ±10 Detik

Scene 01 — Salam Pembuka
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang dalam pembelajaran Akuntansi Dasar. Hari ini kita akan mempelajari Jurnal Khusus Pengeluaran Kas.”

Scene 02 — Tujuan Pembelajaran
“Setelah pembelajaran ini, kalian diharapkan mampu memahami fungsi jurnal pengeluaran kas serta mencatat transaksi pembayaran dengan benar.”

Scene 03 — Pengertian
“Jurnal Khusus Pengeluaran Kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi yang menyebabkan kas perusahaan berkurang.”

Scene 04 — Fungsi Jurnal
“Jurnal ini membantu perusahaan mencatat pembayaran secara sistematis, seperti pembayaran utang, beban, pajak, angsuran, dan transaksi lainnya.”

Scene 05 — Ciri Utama
“Ciri utama jurnal pengeluaran kas adalah akun Kas di Bank selalu berada pada sisi kredit karena terjadi pengurangan kas.”

Scene 06 — Struktur Jurnal
“Perhatikan contoh pada layar. Jurnal terdiri dari tanggal, nomor dokumen, keterangan, referensi, kolom debit, kredit, dan kolom akun lainnya.”

Scene 07 — Kolom Tanggal
“Kolom tanggal digunakan untuk mencatat waktu terjadinya transaksi. Pencatatan harus berdasarkan tanggal yang tercantum pada bukti pembayaran.”

Scene 08 — Nomor Dokumen
“Nomor dokumen menunjukkan identitas bukti transaksi. Pada contoh, nomor dokumen menggunakan kode BKK, yaitu Bukti Kas Keluar.”

Scene 09 — Keterangan Transaksi
“Kolom keterangan menjelaskan tujuan pengeluaran kas, misalnya pembayaran gaji, pelunasan utang, pembayaran pajak, atau pembayaran dividen.”

Scene 10 — Kolom Utang
“Jika perusahaan membayar utang, maka akun utang dicatat pada sisi debit karena kewajiban perusahaan mengalami pengurangan.”

Scene 11 — Kolom Beban atau Akun Lain
“Beban dan akun lainnya juga dicatat pada sisi debit sesuai jenis transaksi. Besarnya harus berdasarkan bukti transaksi yang sah.”

Scene 12 — Kolom Kas di Bank
“Sebaliknya, Kas di Bank dicatat pada sisi kredit karena setiap transaksi pengeluaran menyebabkan saldo kas perusahaan berkurang.”

Scene 13 — Transaksi 2 Desember
“Pada 2 Desember, perusahaan membayar gaji karyawan bulan November. Beban gaji dicatat debit dua puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah.”

Scene 14 — Analisis Pembayaran Gaji
“Kas di Bank dikredit sebesar dua puluh tiga juta enam ratus sembilan puluh lima ribu rupiah, sedangkan selisihnya dicatat pada akun terkait.”

Scene 15 — Transaksi 6 Desember
“Pada 6 Desember, perusahaan melakukan pelunasan utang kepada PT ASEIAH sebesar tiga ratus sepuluh juta delapan ratus ribu rupiah.”

Scene 16 — Analisis Pelunasan Utang
“Karena utang berkurang, akun utang dagang didebit. Kas di Bank dikredit sebesar jumlah kas yang benar-benar dibayarkan.”

Scene 17 — Transaksi 10 Desember
“Pada 10 Desember, perusahaan melakukan pembayaran PPh Pasal 21 masa November. Akun pajak terkait dicatat pada sisi debit.”

Scene 18 — Transaksi 14 Desember
“Pada 14 Desember, perusahaan membayar fee Brand Ambassador Atta. Beban fee didebit seratus juta rupiah dan Kas di Bank dikredit.”

Scene 19 — Potongan Pembayaran
“Perhatikan transaksi yang memiliki selisih. Selisih tersebut dicatat pada akun lain sesuai sifat transaksi, sehingga total debit dan kredit tetap seimbang.”

Scene 20 — Transaksi 15 Desember
“Pada 15 Desember, perusahaan membayar angsuran PPh Pasal 25 sebesar enam juta lima ratus ribu rupiah. Akun pajak didebit dan kas dikredit.”

Scene 21 — Transaksi 19 Desember
“Pada 19 Desember, perusahaan membayar rekening listrik, air, dan telepon sebesar empat juta delapan ratus ribu rupiah.”

Scene 22 — Transaksi 22 Desember
“Pada 22 Desember, perusahaan membayar fee konsultan pajak sebesar dua puluh ribu rupiah pada akun beban, dengan pengeluaran kas sesuai bukti transaksi.”

Scene 23 — Transaksi 26 Desember
“Pada 26 Desember, perusahaan melunasi utang kepada PT Makmur sebesar dua ratus sepuluh juta sembilan ratus ribu rupiah.”

Scene 24 — Analisis Pelunasan PT Makmur
“Utang perusahaan berkurang sehingga didebit. Beban atau akun terkait dicatat sesuai ketentuan, sedangkan Kas di Bank dikredit.”

Scene 25 — Transaksi 27 Desember
“Pada 27 Desember, perusahaan melakukan pembayaran PPN Kurang Bayar Masa November sebesar tujuh puluh delapan juta rupiah.”

Scene 26 — Transaksi 29 Desember
“Pada 29 Desember, perusahaan membayar angsuran hutang Bank Mandiri. Akun utang didebit dan Kas di Bank dikredit sesuai jumlah pembayaran.”

Scene 27 — Transaksi 30 Desember
“Pada 30 Desember, perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham sebesar sembilan puluh juta rupiah. Akun dividen didebit dan kas dikredit.”

Scene 28 — Rekapitulasi
“Setelah semua transaksi dicatat, dilakukan rekapitulasi berdasarkan nomor akun. Total debit dan kredit harus sama sebagai bukti pencatatan seimbang.”

Scene 29 — Kesimpulan
“Jadi, langkahnya adalah analisis bukti kas keluar, tentukan akun debit, catat Kas di Bank pada kredit, lalu lakukan rekapitulasi dan pengecekan keseimbangan.”

Scene 30 — Salam Penutup
“Demikian pembelajaran Jurnal Khusus Pengeluaran Kas. Semoga kalian semakin memahami pencatatan transaksi pengeluaran kas. Terus berlatih dan teliti. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Posting Komentar

0 Komentar