About Me

gambar koala

Pencatatan Persediaan

 

@Buat gambar Buat Storyboard dengan gambar tokoh dari image berikut dengan tokoh bernama Pak Ah dengan name tag AHMADI dari Scene 1 — Salam Pembuka

Narasi:

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo semuanya! Pada pembelajaran kali ini, kita akan mempelajari pencatatan persediaan barang dagang.”

Scene 2 — Tujuan Pembelajaran

Narasi:

“Setelah mengikuti pembelajaran ini, kalian diharapkan mampu memahami metode pencatatan persediaan dan menerapkannya dalam pencatatan jurnal transaksi.”

Scene 3 — Pengertian Persediaan

Narasi:

“Persediaan merupakan barang dagangan yang menjadi bagian penting dalam kegiatan perusahaan dagang. Karena itu, pencatatannya perlu dilakukan dengan metode yang tepat.”

Scene 4 — Metode Fisik

Narasi:

“Metode pertama adalah metode fisik. Dalam metode ini, persediaan ditetapkan pada akhir periode akuntansi dengan cara mengukur, menimbang, dan menghitung barang.”

Scene 5 — Metode Perpetual

Narasi:

“Metode kedua adalah metode perpetual. Setiap jenis barang dicatat secara terus-menerus, sehingga jumlah dan harga pokok persediaan dapat diketahui setiap saat.”

Scene 6 — Perbedaan Kedua Metode

Narasi:

“Jadi, perbedaan utamanya terletak pada pencatatannya. Metode fisik menentukan persediaan pada akhir periode, sedangkan perpetual mencatat persediaan setiap terjadi transaksi.”

Scene 7 — Jurnal Pembelian

Narasi:

“Pada transaksi pembelian barang dagang, pencatatannya berbeda. Metode fisik menggunakan akun Pembelian, sedangkan metode perpetual langsung menggunakan akun Persediaan Barang Dagang.”

Scene 8 — Jurnal Retur Pembelian

Narasi:

“Untuk retur pembelian, metode fisik menggunakan akun Retur Pembelian. Sementara itu, pada metode perpetual, akun Persediaan Barang Dagang yang digunakan untuk mencatat pengurangan persediaan.”

Scene 9 — Beban Angkut Pembelian

Narasi:

“Berikutnya adalah pembayaran beban angkut pembelian. Dalam metode fisik digunakan akun Beban Angkut Pembelian, sedangkan metode perpetual mencatatnya ke akun Persediaan Barang Dagang.”

Scene 10 — Pembayaran Utang Dagang

Narasi:

“Untuk pembayaran utang dagang, kedua metode memiliki pencatatan yang sama. Akun Utang Dagang didebit dan akun Kas dikredit sebesar jumlah yang dibayarkan.”

Scene 11 — Penjualan Barang Dagang

Narasi:

“Pada transaksi penjualan, metode fisik mencatat Kas atau Piutang Dagang dan Penjualan. Metode perpetual juga mencatat harga pokok penjualan serta mengurangi Persediaan Barang Dagang.”

Scene 12 — Retur Penjualan

Narasi:

“Pada retur penjualan, metode perpetual mencatat pengembalian barang ke persediaan dan membalik harga pokok penjualan. Metode fisik mencatat transaksi retur penjualannya.”

Scene 13 — Penerimaan Piutang

Narasi:

“Ketika piutang dagang diterima, kedua metode mencatat Kas di sisi debit dan Piutang Dagang di sisi kredit. Pencatatan ini menunjukkan bahwa piutang telah dilunasi.”

Scene 14 — Masuk ke Latihan

Narasi:

“Sekarang, mari kita terapkan konsep tersebut melalui latihan soal. Kita akan menggunakan transaksi yang terjadi pada Toko Laris selama bulan Juli 2026.”

Scene 15 — Transaksi 1 Juli

Narasi:

“Pada 1 Juli, Toko Laris membeli barang dagangan dari PD Harmoni sebesar tiga juta rupiah, dengan syarat pembayaran dua per sepuluh, n per tiga puluh.”

Scene 16 — Transaksi 2 Juli

Narasi:

“Pada 2 Juli, sebagian barang dikembalikan karena tidak sesuai pesanan. Nilai barang yang dikembalikan adalah seratus lima puluh ribu rupiah.”

Scene 17 — Transaksi 6 Juli

Narasi:

“Pada 6 Juli, Toko Laris menjual barang kepada Toko Adinda sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah secara kredit. Harga perolehannya satu juta dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah.”

Scene 18 — Transaksi 10 Juli

Narasi:

“Pada 10 Juli, terjadi penjualan tunai kepada Toko Ceria sebesar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. Harga perolehan barang tersebut adalah enam ratus tiga puluh tujuh ribu lima ratus rupiah.”

Scene 19 — Transaksi 11 Juli

Narasi:

“Pada 11 Juli, Toko Laris membayar utang kepada PD Harmoni atas pembelian yang dilakukan pada 1 Juli. Ingat, pembayaran ini berkaitan dengan syarat kredit sebelumnya.”

Scene 20 — Transaksi 15 Juli

Narasi:

“Pada 15 Juli, terjadi penjualan kepada Ny. Lisa sebesar satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah secara kredit. Harga perolehan barang adalah satu juta enam puluh dua ribu lima ratus rupiah.”

Scene 21 — Transaksi 16 Juli

Narasi:

“Pada 16 Juli, Toko Laris menerima pembayaran piutang dari Toko Adinda atas transaksi penjualan yang terjadi pada 6 Juli.”

Scene 22 — Transaksi 20 Juli

Narasi:

“Pada 20 Juli, Toko Laris kembali membeli barang dagangan dari PT Mulia sebesar lima juta rupiah, dengan syarat pembayaran dua per sepuluh, n per tiga puluh.”

Scene 23 — Transaksi 22 Juli

Narasi:

“Pada 22 Juli, terjadi penjualan tunai kepada Tuan Rico sebesar satu juta rupiah. Harga perolehan barang yang dijual adalah delapan ratus lima puluh ribu rupiah.”

Scene 24 — Transaksi 23 Juli

Narasi:

“Pada 23 Juli, sebagian barang yang dijual kepada Tuan Rico dikembalikan karena rusak. Nilai penjualannya tujuh puluh lima ribu rupiah, dengan harga perolehan enam puluh tiga ribu tujuh ratus lima puluh rupiah.”

Scene 25 — Transaksi 25 Juli

Narasi:

“Pada 25 Juli, Toko Laris menjual barang kepada Toko Sejati sebesar tiga juta rupiah secara kredit, dengan PPN sebesar tiga ratus tiga puluh ribu rupiah.”

Scene 26 — Transaksi 28 Juli

Narasi:

“Pada 28 Juli, Toko Laris membeli barang dagangan secara tunai dari PD Kurnia sebesar satu juta rupiah, dengan PPN sebesar seratus sepuluh ribu rupiah.”

Scene 27 — Tugas Latihan

Narasi:

“Dari seluruh transaksi tersebut, tugas kita adalah membuat jurnal menggunakan dua metode, yaitu metode fisik dan metode perpetual.”

Scene 28 — Penguatan Materi

Narasi:

“Perhatikan baik-baik akun yang digunakan pada setiap metode. Kunci utamanya adalah memahami kapan transaksi memengaruhi akun Pembelian dan kapan langsung memengaruhi Persediaan.”

Scene 29 — Kesimpulan

Narasi:

“Jadi, metode fisik menentukan persediaan pada akhir periode, sedangkan metode perpetual mencatat perubahan persediaan setiap saat. Keduanya memiliki pola jurnal yang berbeda.”

Scene 30 — Salam Penutup

Narasi:

“Demikian pembelajaran tentang pencatatan persediaan. Semoga kalian semakin memahami metode fisik dan perpetual. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

 TAMBAHKAN SCENE disetiap gambar  

Posting Komentar

0 Komentar